Select Menu

Favourite

TENTANG CINTA

INSPIRING

SENI DAN BUDAYA

WISATA

RELATIONSHIP

Serba Serbi

LIFESTYLE

KAWRUH JAWA

KULINER


jemari tanganku bergemetaran kala pertama
merangkai aksara demi tuangkan rasa didada
bersama denyut jantung berdetak tak beraturan
terkurung didalam nuansa penuh ketidakpastian

mengingatmu adalah setiap helaan nafas yang kuhirup
lembut belai tutur katamu tlah membuat duniaku hidup
menatap senyummu adalah lengkung pelangi nan indah
kilau bola matamu mampu teduhkan jiwa ku yang resah

hingga detik detik malam yang terasa berjalan amat pelan
menemaniku terbang ke alam imajinasi temukan bayangmu
bagai bintang mencari rembulan bersembunyi dibalik awan
bercengkerama denganmu dalam mimpi hingga pagi menyeru

tenggelam dalam lautan rindu yang menggenang di dada
terpasung jerat tali asmara yang menggoda relung jiwa
sepasang mata berkaca membasuh perih dalam batin
sekeping hati menangis terbungkus selimut biru satin

indah wajahmu tergambar saat kelopak mataku mengatup
dalam sepi candamu terdengar disetiap sudut penjuru ruang
biarlah kecil api lentara cinta kujaga agar tak kian meredup
sebagai pelita terangi sisa jalan gulita hingga pagi menjelang

mengharapkanmu hadir disini laksana bulan jatuh dalam pelukan
memeluk erat tubuhmu bagaikan merengkuh lingkar pegunungan
mungkin aku hanya bisa menulis kata diatas kanvas pengharapan
kepada hujan aku bersaksi dan kepada langit semuanya kuserahkan

aku adalah pemilik cinta yang sederhana dan tak harus memilikimu
bila masih ada waktu didunia, ijinkan aku ‘tuk terus mengenangmu

.oOoDBoOo.
 Aku ingin tuliskan sebaris puisi
mengenang kisah perjalanan cinta
antara aku dan dia dimasa lalu
mungkin baginya sudah tiada lagi berarti

tapi untukku ini kisah kasih yang nyata
tak pernah kulupa hingga akhir waktu
teringat saat pertama kali ku jatuh hati
pada gadis berwajah manis yang sederhana

tak lain dia adalah teman sekelasku
aku adalah lelaki hijau yang tak bernyali
tak berani nyatakan cinta kepadanya
bercumbu dengan ilusi adalah pilihanku

tak bertemu dengan dia hanya sehari
bertahun rasanya aku tak pernah jumpa
tak tahu mengapa aku begitu merindu
akupun juga tak bisa lari bersembunyi

dari kejaran bayangan wajah manisnya
menyatu didalam setiap hela nafasku
sekian lama terjebak dalam buaian mimpi
akupun tak sanggup hanya berdiam saja

kutulis surat pertama diatas kertas biru
kata demi kata kutulis diantara getar jemari
tuangkan segala yang selama ini kurasa
hingga akhir kata tertulis aku merasa ragu

aku tak punya rasa percaya diri
lebih baik aku tunda saja
aku tercekam rasa cemas dan malu
akhirnya kupaksa diri menjadi pemberani

kutitipkan surat itu lewat temanku saja
agar tersamar kusisipkan kedalam buku
tak sabar menunggu dari hari ke hari
berharap datang balasan surat darinya

hingga tiba waktu yang kutunggu tunggu
sepulang sekolah temanku datang menghampiri
kuterima sebuah buku terselip selembar surat didalamnya
sambil tersenyum temanku bilang, “dari dia, buat kamu..”

oh Tuhan, betapa bahagia rasa hati ini
dunia menjadi terang berbunga-bunga
gemetaran seluruh tubuhku saat itu
aku bergegas mencari tempat yang sepi

sudah tak sabar tuk segera membaca
sepucuk surat bersampul merah jambu
apa yang kemudian terjadi
aku lanjut di lain waktu saja
mohon bersabar menunggu..
.oOo.

Bukan desah rintik hujan yang merintih di bulan januari
meredam percik kembang api tersapu belai lembut angin
bukan seuntai kalung hati yang melingkari candra februari
berkilau berlian sebagai hadiah istimewa di hari valentine

bukan sipit wajah rembulan terbelah ilalang di bulan maret
sepasang burung pipit bercinta dipuncak ranting pohon karet
bukan angin muson timur yang meniup prahara di musim april
seiring isak tangis anak pertama dicelah bibirnya nan mungil

bukan senyum petani teriring masa panen bawang di bulan mei
anak ayam bercanda riuh mengais sisa bulir di balik lumbung padi
bukan gemerlap bintang gemini yang berbinar diakhir medio juni
sekeping hati teriris nyeri tersayat riak gelombang lautan emosi

bukan selendang putih yang memeluk bahu pengantin di bulan juli
dua sejoli berbunga hati bersanding di atas panggung pelaminan
bukan canda tawa remaja pemanjat batang pinang di bulan agustus
gulir airmata haru menyambut tirai pembuka gerbang kemerdekaan

bukan ratapan pilu lembaran hitam dibalik tragedi sebelas september
bersama leon heines band sang pelantun tembang for you to remember
bukan gemulai penari ramayana yang tergelar indah dibulan oktober
nyiur kelapa memanggil ombak bekejaran menepi dibibir pantai anyer

bukan temaram cahaya lilin teriring lagu happy birthday di akhir november
wajah gadis berbinar menebar senyum saat genap tujuh belas tahun usianya
bukan belai lembut ibunda berdendang nina bobok di malam bulan desember
teguh jalani hidup sendiri sejak pasangan hidupnya telah pergi entah kemana

aku hanya ingin menyatakan
dari dalam hati yang terdalam
sejujurnya kukatakan kepadamu
bahwa aku sungguh mencintaimu..

.oOo. 

,

Kala dua hati merenda benang asmara
menyusuri titian jalan setapak seiring
seia sekata memadu langkah seirama
terucap janji ‘tuk selamanya bersanding

diantara detik waktu semasa perjalanan
tirai kabut memburam jarak tatap pandang
satu hati gundah terlepas dari genggaman
hasrat memudar tercipta rasa ingin pulang

rangkaian kata merujuk satu bahasa cinta
mengurai makna namun tak mudah terbaca
semburat warna pelangi menyirat rona kelabu
saling selisih paham membias arah tak menentu

dua hati terpuruk kini terpisah ruang dan waktu
sepanjang malam memeluk sepi menatap langit
berbincang pada dinding kamar yang diam bisu
merintih perih menahan rongga jiwa yang sempit

tiba saat mereka bertanya pada rumpun ilalang
adakah yang mampu terjemahkan bahasa cinta
sebagai bekal teruskan arah perjalanan panjang
demi meraih asa yang tersembunyi dibalik mega

satu kata tuk menyirat makna yang sama
mampu runtuhkan benteng keangkuhan diri
api lentera terpantik terangi jalan bersama
dua hati kembali bertaut terucap satu janji

didalam lembut bahasa cinta melukis kedamaian
harmoni nada kasih merangkai tembang kasmaran
kukuh melawan putaran waktu hingga akhir masa
membangun bahtera jalani hidup berdua selamanya

.oOo.
 Kubentangkan layar mengarungi tujuh samudera
kurentangkan sayap tuk terbang bersama mimpi
terpikat gemulai dansa bidadari di taman nirwana
mencumbu bayang semu dalam buram wajah ilusi

begitu mudahnya sketsa senyum manismu menjelma
kau hadir dalam benakku saat kedua mataku terpejam
mengisi setiap detik waktu mengiring tabir nuansa senja
merintih memanggil namamu di relung hati yang terdalam

kau laksana titisan dewi khayangan yang turun ke bumi
lembut perlahan merasuk khayalan melukis alam fantasi
untaian asa yang terjalin indah kini tertahan bisik nurani
dibalik dinding menungu jelang hasrat ingin mengajak pergi

ditengah hening malam aku bertanya pada langit kamar
masih adakah dermaga sebagai wadah biduk bersandar
aku tlah terbiasa bercengkerama dalam buai bayangan
berkisah tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan

aroma wangi tubuhmu sirna saat kupeluk mesra
lelah hati ini terasa ngilu mengurai linang airmata
langkahku kini terhenti disebuah persimpangan jalan
tak ingin lagi tenggelam didalam lautan kekecewaan

pasrah bertumpu pada putaran waktu
biarlah musim ini berlalu tinggalkanku
bila jiwa masih menyatu dengan raga
kuingin melihatmu bahagia bersamanya

.oOo.
Aumpulan awan tebal menggumpal
mengambang terseret pusaran angin
bergayut diatas kelopak mata redup
mencekam sepenggal jiwa yang resah

sementara tiada jarak disela kali dangkal
merendam laju setiap pekik kotak mesin
hela nafas damai tak lagi sempat terhirup
batin terkurung didalam lapis aspal basah

rahim mega tak sanggup menahan beban
luruh menumpahi setiap jengkal sudut bumi
gemeretak suara butir air mematuk sirap
terpencar ke segala arah menembus batas

didalam bilik ruang aku hanya bisa terdiam
menikmati nada datar irama musik kaleng
terpaku menatap percikan air yang jatuh
menetes diantara sela sempit langit kamar

setia menunggu hingga akhir sebuah cerita
mengapa harus membaca kisah yang sama
sedangkan para pujangga tlah berganti rupa
sekedar menggantang janji isapan jempol belaka

dibawah rinai hujan
aku masih bertahan
bermohon kepada Tuhan
semoga tersisa harapan

.oOo.

Aku terlarut dalam riuhnya sepi
detak jam dinding masih menemani
suara jangkrik ditengah ilalang
meski lamat tapi jelas kudengar

bersama anganku mulai terbang
menembus langit langit kamar
malam terasa panjang dan tak bertepi
rinai gerimis merintih menunggu pagi

ruang batinku terasa dingin membeku
bergetar bibirku menahan selaksa rindu
terpasung didalam penantian
terhimpit diantara kegalauan

bercumbu mesra dengan bayangan
tenggelam dalam lautan kesepian
terkadang aku ingin menantang langit
mengapa tak segera turunkan cahaya

menerangi jalanku yang kian menyempit
agar tak tersesat menembus belantara
wahai bidadari penghuni khayangan
sudikah kau menemaniku berdendang

nyanyikan lagu tentang pengharapan
melepas kerinduan yang lama terpendam
dimanakah kini kau berada ?
sedemikian jauh kau berjalan

tinggalkan jejak kenangan jingga
yang tak pernah mampu kulupa
memori tentangmu masih bertebaran
mengisi setiap lembar catatan harian

walau samar namun masih mampu kubaca
sekedar mengenang cerita tentang kita
mungkinkah kau melihat bulan
yang kini tengah kupandangi ?

adakah waktu memberi kesempatan
agar kita dapat berjumpa lagi ?
setidaknya aku bisa menulis puisi
bersama airmata yang mengalir dipipi

dan bila saja dirimu bisa mengerti
aku ingin mencintaimu seribu tahun lagi

.oOo.
Saat aku berada tepat dihadapanmu
ditengah rasa hati yang tak menentu
sepotong kata maafpun tak mudah kuucap
kupandangi wajahmu dengan penuh harap

begitu melimpah yang ingin aku sampaikan
namun aku tak tahu dari mana memulainya
tak tebayangkan bila kau memilih pergi jauh
akan kemana lagi biduk cinta ini akan berlabuh

dulu pernah kukatakan, kita berpisah saja
dan mengakhiri semua kisah tentang kita
nemun ternyata tak seperti yang aku kira
sesungguhnya aku hanyalah berpura-pura

aku tahu betapa perih terasa didalam hatimu
menahan rasa sakit bagaikan tersayat sembilu
karna sikapku yang seringkali tak mau peduli
membuatmu merasa sendiri dan tiada berarti

tapi kasih sayangmu tebentang luas tak terhingga
laksana samudera merajai sampai ke ujung dunia
hingga sampai detik ini kaupun masih bisa percaya
membuatku yakin bahwa kau kekasihku selamanya

saat kupandangi wajahmu yang elok bagai rembulan
kedua matamu yang bening kini basah berurai airmata
melepas segala beban derita yang tlah lama kau pendam
membuatku makin menyadari bahwa kau adalah segalanya

kehadiranmu adalah lentera yang menerangi gelap jalanku
ketulusanmu mengantarkanku hingga sampai keseberang
melewati malam panjang penuh gemerlap keindahan semu
kelembutan hatimu telah merobohkan benteng keangkuhan

saat kupandangi wajahmu yang indah bagai bintang kejora
kau telah menjelma bidadari yang turun dari kerajaan surga
wangi aroma tubuhmu merasuk keseluruh penjuru urat nadi
aku telah berjanji kan slalu setia bersamamu sampai aku mati

berilah aku kesempatan untuk menunjukkan
bahwa aku juga mencintaimu sepenuh jiwa
maafkanlah aku atas segala yang kulakukan
hingga membuatmu menanggung sejuta lara

saat kupandangi wajahmu yang teduh
ijinkanlah aku mengucap sepatah kata
ternyata kau tercipta hanyalah untukku
kuingin bersamamu hingga akhir masa..

.oOo.